Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura menggelar kegiatan Gelar Karya Proyek Kepemimpinan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2025 yang melibatkan sebanyak 267 mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Proyek Kepemimpinan, yang menjadi salah satu ujian akhir semester mahasiswa PPG.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FKIP UNTAN, mewakili Dekan FKIP. Dalam kegiatan ini, para mahasiswa mempresentasikan hasil proyek kepemimpinan yang telah mereka rancang dan implementasikan secara langsung bersama masyarakat. Total terdapat 26 kelompok mahasiswa, yang berasal dari berbagai bidang studi, yakni Pendidikan Bahasa Inggris (4 kelompok), Pendidikan Bahasa Indonesia (2 kelompok), PGSD (18 kelompok), dan PPKn (2 kelompok).
Dalam sambutannya, Koordinator PPG FKIP UNTAN, Prof. Dr. Asrori, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi akhir, tetapi juga merupakan ruang aktualisasi nilai-nilai kepemimpinan, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim. “Gelar karya merupakan proses praktik yang sangat penting. Di dalamnya mahasiswa belajar bekerja sama, bertukar pendapat, serta memimpin dan berinovasi. Ini adalah proses kreatif yang menghasilkan karya-karya kepemimpinan yang bernilai tinggi,” jelas Prof. Asrori.
Proyek-proyek mahasiswa ini tidak dilaksanakan sendiri, melainkan melalui kemitraan aktif dengan berbagai tokoh masyarakat dan lembaga, antara lain:
- Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Pontianak
- Ketua Kompleks Meranti Indah
- Kepala Panti Catur Dharma Yatim PEPABRI
- Para Kepala Desa (Sungai Kakap, Sungai Itik, Sungai Belidak, Kuala Dua, Sungai Rengas)
- Ketua dan pengurus PKK dari berbagai wilayah
- Pengelola Panti Asuhan (Aisyiyah Nur Fauzi, Nurul Iman, Ahmad Yani, Kasih Abadi)
- Ketua Rumah Pintar dan PKBM
- Ketua Majelis Taklim, RT, RW, dan berbagai komunitas lokal termasuk Komunitas Fluxion (K-Pop Pontianak)
Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan nyata dalam masyarakat. Mereka dituntut untuk mengemas ide menjadi produk kepemimpinan yang berdampak, serta mengembangkan keterampilan memimpin dan berkolaborasi secara langsung di lapangan.
Sebagai penutup, Prof. Asrori menyampaikan harapannya, “Semoga seluruh mahasiswa yang terlibat dalam UKPPG ini dapat lulus 100% dan membawa semangat kepemimpinan yang mereka bangun di PPG ke dalam dunia pendidikan nantinya.”








